top of page

Apa itu Kopi Espresso? Jenis dan Karakteristiknya

Kopi espresso adalah salah satu jenis kopi yang banyak disukai oleh banyak orang karena rasanya yang nikmat. Kopi terkenal dapat meningkatkan semangat bahkan dapat mengurangi rasa kantuk. Ini merupakan alasan banyak orang mengonsumsi kopi bersama makanan ringan sebelum memulai aktivitas di pagi hari. Salah satu pilihan kopi yang populer adalah kopi espresso.



Kopi Espresso
Kopi Espresso



Apakah Anda sudah familiar dengan kopi espresso? Jenis kopi ini sangat umum ditemui dan memiliki ciri khasnya sendiri. Namun, apa sebenarnya yang membedakan kopi espresso dari jenis kopi lainnya? Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, mari kita jelajahi informasi lengkapnya di artikel ini!



Apa itu Kopi Espresso?


Espresso merupakan jenis kopi yang dihasilkan melalui proses ekstraksi biji kopi yang telah digiling dengan menyemburkan air panas di bawah tekanan tinggi. Asal-usul kata "espresso" berasal dari bahasa Italia yang berarti express atau "cepat", merujuk pada minuman ini yang dibuat untuk disajikan dengan segera kepada pelanggan.


Komposisi espresso sangat kompleks, mengandung lebih dari enam ratus komponen zat kimia, termasuk gula, emulsi dari minyak kopi, koloid, kafein, protein, dan partikel kopi dalam suspensi dengan gelembung gas kecil. 


Dalam proses pembuatannya, bubuk kopi yang telah dihaluskan akan ditempatkan dalam portafilter dengan takaran 8 hingga 12 gram untuk espresso single shot dan 18 hingga 20 gram untuk double shot, diikuti dengan penggunaan air sebanyak 50 hingga 55ml. 



Portafilter
Portafilter


Setelah itu, bubuk kopi dalam portafilter akan dipadatkan (tamping) dan dikunci pada group head yang telah disiapkan untuk dialiri oleh air dengan suhu antara 90°C hingga 100°C. Proses ekstraksi kopi dan air kemudian akan berlangsung di bawah tekanan air antara 0 hingga 9 bar.



tamping kopi
Kegiatan tamping dengan tamper


Mesin kopi pertama yang menghasilkan espresso ditemukan oleh Luigi Bezzera pada tahun 1901, yang kemudian menjadi cikal bakal dari mesin espresso yang umum digunakan saat ini. Bezzera menciptakan mesin tersebut sebagai solusi untuk masalah lamanya waktu pembuatan kopi pada saat itu, yang mencapai lima menit.


Hak paten untuk mesin tersebut kemudian dibeli oleh Desiderio Pavoni pada tahun 1903, yang mendirikan perusahaan dan memproduksi mesin dengan nama La Pavona. Meskipun demikian, mesin espresso pertama memiliki kelemahan karena menggunakan uap dan air mendidih, yang dapat memberikan rasa gosong pada kopi.


Dan pada tahun 1938, mesin dengan tuas piston yang tidak menggunakan air mendidih, hanya air panas, diciptakan oleh Cremonesi, menghasilkan kopi dengan rasa yang lebih baik.



Jenis-Jenis Kopi Espresso


Espresso adalah jenis kopi yang memiliki tekstur lebih kental dan konsentrasi yang lebih tinggi daripada minuman kopi lainnya. Kandungan kafein yang lebih tinggi menyebabkan espresso biasanya disajikan dalam porsi yang lebih kecil. Berbeda dengan minuman kopi lainnya yang disajikan dalam volume yang lebih besar.


Nah berikut adalah jenis-jenis kopi espresso paling umum di Indonesia:


1. Espresso Shot



Espresso Shot
Espresso Shot


Espresso adalah minuman kopi khas yang dibuat dari satu atau dua shot ganda (double shot) Espresso yang diekstraksi dari mesin kopi khusus bernama mesin Espresso. Proses pembuatan Espresso dimulai dengan barista menyiapkan mesin Espresso dengan memuat kopi yang sudah digiling halus ke dalam portafilter. 


Kemudian, portafilter dimasukkan ke dalam mesin Espresso di mana kopi tadi ditempa dengan air panas di bawah tekanan tinggi selama sekitar 30 detik untuk menghasilkan minuman kopi yang kental dan beraroma kuat.


2. Ristretto



ristretto


Ristretto memiliki rasa kopi yang lebih pekat, lebih konsentrat, dan lebih kaya dibandingkan dengan Espresso standar. Proses pembuatannya melibatkan teknik yang berbeda dari Espresso biasa. Air dialirkan melalui kopi dengan cepat, menghasilkan ekstraksi kopi yang lebih kuat dan lebih kental.


3. Doppio


Doppio

Doppio adalah istilah yang mengacu pada dua shot Espresso yang diekstraksi dari mesin Espresso dan kemudian disajikan dalam satu cangkir. Doppio cenderung memiliki rasa kopi yang lebih kuat dan pekat daripada Espresso tunggal karena menggunakan jumlah kopi yang lebih besar.


4. Cappuccino



Cappuccino
Cappuccino


Cappuccino adalah minuman kopi asal Italia yang terdiri dari kombinasi Espresso, susu yang dipanaskan dengan uap, dan lapisan busa susu. Biasanya, Cappuccino memiliki rasa kopi yang kaya, lembut, dan creamy. Kehadiran tekstur busa susu yang tebal memberikan sentuhan kelembutan dan kekayaan pada minuman ini.


5. Caffe Latte



Caffe Latte
Caffe Latte


Untuk menyajikan Coffee Latte, barista akan mengekstraksi satu atau dua shot Espresso, lalu menambahkan susu steamed dalam proporsi yang lebih besar daripada Cappuccino. Proporsi standar untuk Caffe Latte adalah 1:6 Espresso, 4:6 susu steamed, dan 1:6 busa susu yang dipanaskan dengan uap, dengan tambahan 1 bagian busa susu. Caffe Latte memiliki rasa kopi yang lembut namun masih terasa, berkat proporsi susu yang lebih besar.


6. Piccolo Latte



Jenis kopi Espresso yang selanjutnya adalah Piccolo Latte yang dibuat dengan mengekstraksi satu shot Espresso. Kemudian, tambahkan sedikit susu yang dipanaskan dengan uap ke dalam cangkir yang lebih kecil daripada ukuran cangkir untuk Latte atau Cappuccino. Proporsi susu yang lebih sedikit memberikan kekentalan pada minuman ini, sementara rasa kopi yang kuat tetap terasa.


7. Mocha


Mocha adalah harmoni cita rasa antara kopi dan coklat, menghadirkan kekuatan kopi yang bersahaja dengan sentuhan manis dari coklat. Untuk menyajikan Mocha, barista akan mengekstraksi satu atau dua shot Espresso, lalu menambahkan susu steamed dalam proporsi yang setara dengan Caffe Latte. Kemudian, sirup coklat dituangkan ke dalam minuman dan dicampur hingga merata. Untuk proporsi jenis kopi Espresso Mocha yaitu 1:3 Espresso, 1:3 susu steamed, dan 1:3 coklat.


8. Espresso Macchiato



Espresso Macchiato merupakan minuman kopi yang terdiri dari satu atau dua shot Espresso yang disajikan dengan sedikit susu steamed yang ditambahkan di atasnya. Dengan sedikit susu, minuman ini mempertahankan keaslian rasa kopi yang tegas dan pekat, karena Espresso tidak dicampur dengan susu dalam jumlah besar. Susu steamed yang dituangkan secara perlahan ke atas Espresso memberikan sentuhan lembut pada minuman ini, menjaga keseimbangan cita rasa kopi yang kuat.


9. Latte Macchiato


Jenis kopi Espresso yang berikutnya adalah Latte Macchiato. Dalam Latte Macchiato, susu mendominasi rasa dibandingkan dengan Espresso, berbeda dengan Espresso Macchiato yang lebih menekankan pada espresso dengan sedikit tambahan susu. Artinya, susu steamed dituangkan terlebih dahulu ke dalam gelas dengan Espresso yang dituangkan di atasnya. Latte Macchiato menawarkan cita rasa yang lebih lembut dan sedikit manis dibandingkan dengan minuman kopi lainnya.


10. Americano



Americano
Americano


Untuk menyajikan Americano, barista mengekstraksi satu atau dua shot Espresso, lalu menambahkan air panas ke dalam cangkir berisi Espresso tersebut. Proporsi dasar Americano umumnya yaitu 1:1 atau 1:2 antara Espresso dan air panas. Meskipun Americano memiliki rasa kopi yang lebih ringan daripada Espresso, namun ia tetap mempertahankan kekuatan dan karakteristik kopi yang khas.


Karakteristik Kopi Espresso


Setelah mengetahui jenis-jenis kopi espresso, penting bagi Anda untuk mengenali karakteristik unik yang dimilikinya. Seperti halnya jenis kopi lainnya, espresso memiliki ciri khasnya sendiri yang membedakannya. Mari kita bahas lebih lanjut tentang karakteristik kopi espresso berikut ini:


1. Variasi Tingkat Sangrai Kopi Espresso di Berbagai Negara


Setiap negara memiliki kebiasaan yang berbeda dalam menyajikan kopi espresso, termasuk dalam tingkat sangrai biji kopi. Misalnya, di Italia, kopi espresso umumnya disajikan dengan tingkat sangrai medium roast. Sementara itu, di California, biji kopi cenderung disangrai hingga tingkat dark roast.

Tidak hanya itu, ada juga beberapa daerah tertentu seperti pantai timur Amerika Serikat yang cenderung menyajikan kopi espresso dengan tingkat sangrai light roast. Hal ini menunjukkan bahwa tiap negara atau daerah memiliki keunikan tersendiri terkait tingkat sangrai dalam menyajikan kopi espresso sesuai dengan selera masyarakat setempat.


2. Ragam Rasa dalam Kopi Espresso


Terlepas dari persepsi umum yang menyatakan bahwa kopi espresso identik dengan rasa pahit, sebenarnya kopi ini memiliki ragam rasa yang beragam. Di samping rasa pahit, kopi espresso juga dapat memberikan sensasi manis dan asam yang menyatu dalam satu sajian.


Oleh karena itu, saat menikmati kopi espresso, Anda tidak hanya akan merasakan rasa pahit, tetapi juga akan merasakan nuansa lain yang menyegarkan. Kombinasi berbagai rasa tersebut akan memperkaya pengalaman menikmati kopi espresso. Sehingga setiap tegukan akan menjadi momen yang menggairahkan bagi para penikmat kopi.


3. Espresso sebagai Bahan Dasar untuk Kreasi Kopi Modern


Sejak ditemukannya mesin pembuat kopi espresso, kopi modern telah berkembang dengan munculnya berbagai varian seperti Cappuccino, Americano, Latte, dan variasi lainnya. Semua menu tersebut memiliki dasar kopi espresso yang dicampur dengan berbagai bahan lain. Maka tidak mengherankan jika espresso sering dianggap sebagai fondasi utama untuk menciptakan jenis kopi lainnya.


Jika Anda ingin bereksperimen dengan membuat menu kopi lain dari espresso, tambahkanlah steamed milk (susu berbusa), simple syrup, atau bahan lainnya untuk menciptakan kopi yang lezat. Namun, kopi espresso asli selalu dibuat dengan segar dan tanpa campuran apa pun.


4. Kontinuitas dalam Penyajian Kopi Espresso


Proses penyajian kopi espresso harus berjalan secara terus-menerus dan konsisten. Mulai dari pengolahan biji kopi, pengeringan, pembuatan oleh barista, hingga tahap-tahap lainnya harus berlangsung tanpa hambatan dan dengan sempurna. Mengapa ini penting? Tujuannya adalah untuk menjaga konsistensi cita rasa kopi espresso.


Ketika terjadi kesalahan dalam salah satu tahapan, hal itu dapat mempengaruhi cita rasa kopi espresso secara keseluruhan. Kesalahan dalam pembuatan espresso dapat menghasilkan rasa hangus dan pahit yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, pengawasan yang cermat selama proses pembuatan espresso sangatlah penting untuk memastikan kualitas rasa yang optimal.


Nah itulah penjelasan lengkap terkait kopi espresso. Jika Anda sedang mencari coffee roaster supplier terpercaya di Indonesia, pilihan yang sangat tepat adalah PT. Bumi Boga Laksmi. Sebagai coffee roaster supplier terpercaya, kami telah memperoleh sertifikasi ISO 22000.


Untuk kapasitas produksi harian kami, kami mampu menghasilkan hingga 17 ton biji kopi sangrai berkualitas. Kami menyediakan Roasted Coffee Beans Arabica and Robusta, Raw Green Beans, serta Kopi Drip Bag. Selain itu, kami juga menawarkan layanan OEM/Jasa Maklon untuk produk kopi bubuk, biji kopi panggang untuk kebutuhan coffee shop, hotel, restoran serta kopi instan 2-in-1, dan 3-in-1,.


Dari proses pengadaan biji kopi hingga sangrai yang konsisten dan menghasilkan produk kopi siap jual, Bumi Boga Laksmi hadir untuk memberdayakan bisnis kopi Anda. Pemahaman mendalam kami dalam menciptakan produk kopi yang unggul tercermin melalui proses Quality Control yang bertahap-tahap dan ketat.


Komentar


bottom of page